Sebulan dalam perjalanan. Sabtu kemarin baru balik dari Jogjakarta - kota yang sangat manusiawi... harga makanannya - naik kereta bersama Sheila - teman ketawa selama diklat prajabatan dan ojek sejati-. Tertinggal lagi serpihan hati di kota itu. Di sepanjang Malioboro, Miliran, Gejayan, dan Pakel Baru. Jogja dengan lampu merah dimana-mana. Motor juga. Becak juga. Kuda juga. Huehehehhe.... Fiuh, sekarang balik kantor lagi. Dinas lagi...
Beberapa hari sebelum ke Jogja, aku datang dari Makassar. Tidak sempat menikmati kota itu karena harus kemana-mana, mengantar siapa-siapa. Tidak sempat bercerita dengan sahabat. Tidak sempat bangun siang bolong di kamar. Tidak sempat bertegur sapa dengan "guru-guru yang tidak pernah marah"...
Mungkin aku disuruh kembali lagi untuk menikmati semuanya. Kembali ke Jogja dengan kamera sehingga aku dapat menyapa patung-patung Buddha di Borobudur. Semoga....
Next? Mencari desain lemari pakaian...
Wednesday, July 30, 2008
Back to Reality
Label: Brief Report, Free One
Tuesday, June 24, 2008
Hari Terakhir
Sudah seminggu ini tidur tak pernah cukup. Ternyata mengurus pernikahan itu ribet juga, baru pernikahan adik sendiri, belum nikahan sendiri...
SKIP!!
Aniwei, hari ini terakhir mengarungi Jakarta. Fiuh!! Besok saya pulang..iya, pulang. Setelah empat bulan menambah polusi di ibukota yang tidak kucinta ini.
Diri dipaksa untuk bangun pagi. Padahal semalam seorang teman menelepon jam dua dini hari. Mencoba untuk tidur lagi. Tetapi susah. Memulai menjalin benang-benang yang menghantar ke dalam mimpi yang tidak dapat saya ingat di pagi hari.
Bangun kemudian membuat sarapan. Menggerutu melihat kamar yang berantakan, baju-baju berserakan meminta untuk segera dimasukkan ke dalam peti. Menenggak air putih ditemani indomie rebus rasa kaldu ayam. Rasa yang beda dengan tadi malam, Kari Ayam.
Teman kantor -yang senasib- menelepon di pagi hari. Masalah prajabatan yang sudah lebih dari 48jam dibahas belum kelar-kelar juga. Semua bingung, semua tidak terarah.
Tepat pukul 09.00 saya mengunci pintu rumah. Tetangga sebelah tidak lepas dari rutinitas memegang handphone, memencet-mencet tombol. Saya mencoba berlalu, dan ternyata dia masih saja mengajak saya berbicara di jarak 20 meter dengan suara yang masih bisa saya dengar di jarak 100 meter. Bertanya tentang otak-otak 20biji.
Berjalan, berjalan, mencegat angkot berwarna putih. Dari depan SELAPA mengejar metro mini 72 menuju Blok M. Indahnya berjalan di waktu-waktu segini, tidak macet sama sekali. Tempat duduk penumpang terbagi rata. Pengamen belum marak, walaupun saya berharap dengan tiga orang yang pernah bernyanyi dengan apik sekali, "Cinta Mati" by Andra and The Backbone. Setengah mengantuk. Teman kantor tidak berhenti memberi kabar terbaru dari kantor. (How nice she is!!)
Tujuan kali ini adalah Mangga Dua. Busway pun tidak seradak seruduk. Sampai di halte Tosari, tidak ada kesenjangan pembagia kursi penumpang. Nyaman sekali...
Masih banyak cerita tapi sepertinya saya sudah lelah...
Label: Free One
Tuesday, June 17, 2008
Anyone Else But You
You're a part time lover and a full time friend
The monkey on you're back is the latest trend
I don't see what anyone can see, in anyone else
But you
I kiss you on the brain in the shadow of a train
I kiss you all starry eyed, my body's swinging from side to side
I don't see what anyone can see, in anyone else
But you
Here is the church and here is the steeple
We sure are cute for two ugly people
I don't see what anyone can see, in anyone else
But you
The pebbles forgive me, the trees forgive me
So why can't, you forgive me?
I don't see what anyone can see, in anyone else
But you
I will find my nitch in your car
With my mp3 DVD rumple-packed guitar
I don't see what anyone can see, in anyone else
But you
Du du du du du du dudu
Du du du du du du dudu
Du du du du du du dudu du
Up up down down left right left right B A start
Just because we use cheats doesn't mean we're not smart
I don't see what anyone can see, in anyone else
But you
You are always trying to keep it real
I'm in love with how you feel
I don't see what anyone can see, in anyone else
But you
We both have shiny happy fits of rage
You want more fans, I want more stage
I don't see what anyone can see, in anyone else
But you
Don Quixote was a steel driving man. My name is Adam I'm your biggest fan
I don't see what anyone can see, in anyone else
But you
Squinched up your face and did a dance
You shook a little turd out of the bottom of your pants
I don't see what anyone can see, in anyone else
But you
Du du du du du du dudu
Du du du du du du dudu
Du du du du du du dudu du
But you
(OST. Juno)
Label: Lyrics
Thursday, May 8, 2008
Insomnia
aku sudah lelah
bertarung melawanmu
saban malam
dan tak pernah menang
mengalahlah!
Label: Free One
Sunday, May 4, 2008
Telepon Terakhir Tadi Malam
Semalam engkau bercerita tentang keadaan rumah. Sang Ayah yang masih belum khatam bersalaman dan Sang Ibu yang menanyakan tentang kesibukan. Adik-adik yang memujimu bertambah tampan, mungkin karena buah tangan. Saudara-saudara tuan rumah yang merubungimu di meja makan. Seorang Paman yang terus mengajakmu bercengkrama. Sesekali menanyakan kabar kekasihmu di kota sana.
Akan ada hajatan besar, katamu.
Kau menyampaikan lagi hal yang sudah aku ketahui. Tidak apa-apa. Aku hanya ingin mendengarmu bercerita berita-berita yang datang dari tempatku pulang karena aku sekarang tidak disana.
Label: Home
Rahasia Mungkin
:Seiya
mungkin kita tidak akan bercermin
pada sebuah sofa empuk
sambil tertawa dan berdendang
pada sebuah kertas putih
mungkin kita tidak akan berdiri
di depan pintu yang tiba-tiba
terbuka sewaktu kau mengatakan akan
pergi dari tempatmu berpulang
mungkin kita tidak akan berlari
di belakang semburat biru dan jingga
subuh sebelum seorang ibu tua
terjaga dan anak kecil menangis lapar
mungkin separuh hidup
tentang sebuah pengakuan
akan hilang pada hingar
janji saat kelingkingmu
terikat benang merahnya
(selamat hari jadi... 28th years and you almost accomplished your life...)
Label: karya
Thursday, May 1, 2008
Wednesday, April 23, 2008
American Idol 2008..Stunning!!
Saya tidak pernah secara rutin mengikuti idol-idolan di tivi. Paling banter hanya pada babak audisi, eliminasi, dan grand final yang mana sudah tersisa dua finalis. Tapi kali ini berbeda, para finalis mereka diperkenankan menggunakan alat musik untuk menunjang penampilan which is so cool!!
Sekarang tersisa 6 perserta. Ada beberapa kontestan yang betul-betul keren dan jago mengaransemen. Seperti Brooke White dan David Cook. David Archuleta dengan suara beningnya, jarang sekali mendapat kritikan dari Simon. Pokoknya musim kali ini bertaburan kata-kata pujian, especially from Simon Cowell (yang sinikal itu). Prediksi saya mereka bertigalah yang akan menjadi The Big Three di session ini. Mereka punya ciri khas masing-masing.
Pekan lalu Simon tercengang dan Randy memberikan standing applause buat David Cook. David berhasil mengaransemen ulang salah satu lagu Mariah Carey, yang menjadi tema pekan lalu. Saya juga sempat terbingung-bingung, David ini sangat ngeRock, dan wondering lagu dari MC apa yang akan dia bawakan. MC kan lagunya pop, dan R n B gitu. Dia memilih lagu Always Be My Baby. Dan hasilnya sangat-sangat gemilang. Jason Castro yang tampil setelahnya menjadi sangat biasa sekali.
You can check his performance that night, here.
David Cook sangat total. Ini bukan kali pertama ia dipuja-puji sama juri. Cook juga pernah mengaransemen Hellonya Lionel Richie menjadi sangat ngeROck. And I think He's Gonna be The Next American Idol.
(pictures taken from http://a.abcnews.com)
Label: Free One
Tuesday, April 22, 2008
Antrilah atau...
Di Jakarta sini, dimana-mana harus antri. Mau naik busway, antri, mau dapat tempat duduk di bus antri, naik mobil pribadi kalau lewat radio dalam menjelang maghrib antri(baca : macet). Kalau di Gramedia antrinya masih mending, masih teratur. Tetapi kalau di halte busway, alamak, dorong-dorongan, seradak-seruduk, sudah seperti pendemo yang berhadapan dengan petugas keamanan. Di kantor Oriflame pusat juga begitu. Sebelum nonton Perempuan Menuntut Malam, saya sempatkan singgah di kantor Oriflame Bulungan untuk belanja, mumpung lagi off kantor. Merasa sudah memesan via telepon, saya datang ke sana agak siangan. Sekitar jam 1 siang saya sampai dan mendapati kantor itu penuh sekali. Banyak ibu-ibu, bapak-bapak juga tidak sedikit. Kepadatan pengunjung sempat memberikan shock therapy, secara saya sangat takut berada di tengah keramaian. Saya kemudian mengantri untuk membayar lalu menuju ke loket Orifast untuk mengambil barang. Dan ternyata memesan lewat telepon atau order di tempat, sama saja. Tetap harus antri. Urgh! Kalau di Oriflame Makassa, kita tinggal ambil barang yang kita pesan, pulang. That's it! Katanya kantor pusat, manajemennya parah banget. Jadi karena saya terlihat seperti Misae (Mamanya Sinchan) yang sangat tidak semangat mengambil barang-barang sale, saya berkeputusan menuju ke Blok M Plaza untuk makan Siang dan balik lagi sekitar pukul 16.30. Keadaannya masih tetap sama. Orderan saya baru keluar menjelang Maghrib. Cape' deh!
Salah satu kebiasaan buruk bangsa Indonesia, versi majalah Female, selain suka buang sampah sembarangan, percaya klenik, menerobos tanda larang, menggunakan trotoar sebagai jalanan kendaraan bermotor, adalah suka menerobos antrian bersikap seolah-olah tidak ada orang yang berdiri di depannya.
I just wondering, kalau menerobos antrian itu seperti bunuh diri. Mendahului takdir. Menerobos antrian itu seperti membuat usia kita maju sedikit walaupun itu hanya beberapa menit. It means we'll closer to the death...
(..hahahaha pakamalla'-malla'na ini tulisan)
Label: Free One

