Awal Januari aku pulang. Di hari kedua di awal bulan aku tiba di Bandara Hasanuddin "baru" dijemput adik-adikku dan dirinya. Untuk pertama kalinya sejak kami bersama dia menjemputku di bandara. Kali ini adalah episode aku yang pulang bukan dia yang datang. Saya senang walaupun perut keroncongan karena pesawatku delay belum lagi bayangan Final Destination terus berbayang-bayang di benakku sepanjang perjalanan.
Dua hari kemudian adalah salah satu hari yang penting dalam hidupku. Mappatuada atau lamaran resmi sekaligus menentukan tanggal dan segala hal mengenai hari pernikahan. Resmi sudah tanggal 15 Maret 2009 ditetapkan sebagai tanggal pernikahan. Semoga semuanya dimudahkan.
Cukup lama aku di Makassar. Mengurus segala-galanya. Kepulanganku kali ini tetap tidak bisa tidur siang di rumah. Tidak bisa menikmati Makassar. Sempat menghadiri acara tujuh bulanan Indah dengan acara rujakan dan dawetan. Sebelumnya sempat senewen karena ban pecah. Untungnya K'Achoo tidak ikut-ikutan BT di saat ban mobil sobek. Ah, ah, heran juga kenapa dia bisa setenang itu. Padahal bajunya sudah basah karena hujan lebat. Baju baru yang khusus dibeli untuk acara itu.
Ke Jakarta lagi tanggal 13 Januari. Seharusnya tanggal 12, tapi nenekku bilang tidak baik melakukan perjalanan di hari Senin karena tanggal 1 Muharram jatuh di hari Senin. Aku ditemani seorang sepupu dan tanteku. Kami naik Air Asia, pengalaman pertama dan langsung delay. Keterlambatan itu aku isi dengan mengamati bandara baru. Seram juga kalau ada gempa, pakai kaca semua.
Masuk kantor langsung dapat tugas jadi panitia acara Rekonsiliasi SAI di puncak. Acaranya lumayan menguras tenaga dan emosi. Buat pengalaman tak papalah.
Saturday, February 7, 2009
Tiga Cerita di Tiga Tempat
Friday, January 23, 2009
Wednesday, January 14, 2009
Thursday, January 1, 2009
Kilas Balik 2008
Januari : Simatupang. Menanti panggilan dari BMG tapi belum keluar juga. Jadilah bulan ini diisi dengan kegiatan tanpa rutinitas. Hanya nonton dan berjalan-jalan dengan teman-teman. Presiden Pertama RI Mangkat.
Februari : Hijrah ke Jakarta. Ciputat. Mulai masuk kantor dan pengalaman-pengalaman seru.
Maret : K'Achoo datang ke Jakarta. Senang-senang dan jalan-jalan.
April : Mulai shift malam. Hooray! Tidur di kantor. Mama datang ke Jakarta mengurus keperluan nikahan Indah.
Mei : 8 Mei, 25 tahun. Seperempat abad sudah. Makan-makan dengan Aco di Pasar Festival. Indah mappatuada di Makassar dan saya tidak hadir.
Juni : Reunian dengan Lisa, Nanda dan Adolf. Pulang Kampung! (akhirnya saya punya kampung-terharu). Indah menikah tanggal 28 Juni 2008.
Juli : Episode Jogja dengan Sheila. Prajabatan bareng guru-guru bantu dari Klaten.
Agustus : Untuk pertama kalinya tidak ke Diksar Paskibra. Ikut upacara 17an setelah sekian lama.
September : Puasa pertama di Jakarta. Bapak dan Mama ke Jakarta. Om Subi sekeluarga juga. Puasa yang penuh cobaan.
Oktober : Lebaran hari pertama malah ke Mall. Indah dan Didit lebaran di Makassar, cuma bertiga.
November : K'Acho pindah ke Kendari.
Desember : K'Mappe menikah dengan Ebi. Pertemuan kedua orang tua.
Selamat Tahun Baru
Semoga tahun ini jauh lebih baik
Monday, December 22, 2008
Saturday, November 22, 2008
Ode Kepada Kertas
bayangan kata
samar bergeliat
pada halaman putih
coba bernyanyi sendiri
tanpa tangan dan kepala
pensil itu patah
banyak hari lalu
kampung bulak, november 2008
Saturday, September 13, 2008
232 Menit, 43 Detik

kita
dua orang bodoh
yang bercakap tentang
sebuah maha rahasia
kita terjaga
engkau menguap
aku tak bisa lelap
menghitung tanya
dan bintang yang tak nampak
kita
dua orang bodoh
aku haus
engkau entah
Baliview, September 2008
(we're smaller than small
in the scheme of things,
well we're nothing at all
there are secrets that we still have left to find
there have been mysteries from the beginning of time
there are answers we're not wise enough to see
- Riddle,Five for Fighting)
pict taken from www.flickr.com
Adzan Maghrib di Bulan Puasa

Kalau antena televisi di Jakarta bagus, kita bisa menangkap 20 channel siaran. Bayangkan, 20 siaran lokal dan nasional. Bapak saya - yang untuk kali ini insya Allah berlebaran di Jakarta - di waktu-waktu menjelang berbuka puasa, sudah sibuk memindah-mindahkan siaran televisi mencari-cari adzan maghrib yang tercepat. Menemukan satu stasiun yang sudah menyiarkan adzan maghrib tidak langsung membuat Bapak saya meminum es teh manisnya. Beliau harus mencari, sekitar tiga stasiun lagi untuk lebih meyakinkan waktu berbuka tersebut. Sewaktu Bapak saya melakukan hal tersebut, saya langsung teringat dengan alat pendeteksi gempa, yang baru saja dipasang di kantor. Seiscomp3 namanya. Dia bisa mendeteksi lokasi gempa dengan memilih secara otomatis berdasarkan signal yang masuk ke stasiun-stasiun gempa. Minimal 6-7 stasiun.
Sebelum stasiun televis kelima yang tayang, kami sudah habis dua gelas es buah. Tidak harus menunggu hingga 7 stasiun untuk membuatnya valid. Apalagi kalau adzan di televisi juga sudah diiringi adzan di masjid.
(pict taken from www.flickr.com)
Label: Brief Report, Free One
Tuesday, September 9, 2008
Awal Tengah Malam
Lebaran kali ini tidak pulang. Tetap di Jakarta. Sekedar informasi saja buat teman-teman yang penasaran,hehehehe. Di sela-sela makan martabak , sambil chatting, disela-sela melihat facebook dan mengecek-ngecek handphone...then thinking that i want to continue my life!!
Breath..breath..
Label: Free One
Friday, September 5, 2008
Puasa Kali Ini
Ramadhan tahun ini tidak di rumah. Buka tadi saya membuat seolah-olah saya ada di sana. Es teh manis dingin terhidang di meja. Sampai-sampai saya harus menyuruh adik saya mencari es batu 10 menit menjelang buka.
Akhirnya, terasa juga puasa di negeri orang, eits maksudnya di tanah orang. Tentu saja terasa berbeda. Saya juga membayangkan di rumah juga pasti tidak sama. Hanya si bungsu yang tersisa menemani ibu-bapak. Sepi...
Acara televisi sama saja dengan yang lalu. Tiba-tiba perempuan-perempuan banyak yang menutup rambutnya, hingga-trend Ayat-ayat Cinta - sinetron dengan pemeran memakai cadar. Mendadak beberapa biduan menghentikan goyangannya untuk sementara. Kenapa dihentikan ya? Siapa tahu apa yang mereka lakukan bisa membuat orang-orang melek sahur.
Tapi, teuteup, acara wajib nonton saban subuh adalah Para Pencari Tuhan diselang-seling dengan Tafsir Al-Misbah.
Buat semuanya,..
Happy Puasa!!
Label: Free One


